Merupakan sebuah kebahagiaan yang tak ternilai harganya dan mungkin tak dapat di ungkapkan dengan kata apapun juga apabila orang tua mendapatkan perlakuan yang begitu istimewa dari anak anaknya. Dikala kulit sudah mulai keriput, rambu sudah memutih, pandangan sudah menanar badanpun sudah tua renta bahkan mungkin sudah mulai sakit sakitan ada anak anak yang memberikan perhatian dan dengan sabar merawatnya. Tentu saja hal ini tidak didapat begitu saja,namun melalui pendidikan dan proses perjuangan yang panjang yang di lakukan oleh orang tua yang menginginkan anak anaknya tumbuh menjadi manusia yang shalih dan berbakti kepada orang tua.
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Untukmu Ayah dan Ibu
ayah ibu, cinta ibu, ibu, ibundaSelasa, 03 Juli 2012 | komentar (5)
Cinta Terhadap Diri Sendiri
cinta, ibuSabtu, 16 Juni 2012 | komentar (1)
Harus diakui bahwa yang paling di cinta oleh seseorang adalah dirinya sendiri.Hal itulah yang menyebabkan walaupun orang tersebut berkata bahwa ia sangat mencintai ibu/ortunya istrinya,anaknya dan lain sebagainya,namun apabila orang yang disayang itu sudah tidak ada/meninggal dunia ia hanya bersedih,dan tidak mungkin dia ingin ikut mati pula bersamanya.Tentunya ini adalah hal yang sangat wajar sepanjang tidak berlebihan karena:
- Kecintaan kepada diri sendiri yang berlebihan akan membuat orang tersebut menjadi egois
- Kecintaan kepada diri sendiri yang berlebihan akan membuat orang tersebut kehilangan kepekaan nya terhadap sesamanya
Tanganmu, Ibu
cinta ibu, hari ibu, ibu, kasih sayang ibu, seorang ibu, tanganmu ibuSenin, 04 Juni 2012 | komentar (1)
Ibumu adalah
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan
(Emha Ainun Najib)
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan
(Emha Ainun Najib)
Siang sudah
sampai pada pertengahan. Dan Ibu begitu anggun menjumpai saya di depan pintu.
Gegas saya rengkuh punggung tangannya, menciumnya lama. Ternyata rindu padanya
tidak bertepuk sebelah tangan. Ibu juga mendaratkan kecupan sayang di ubun-ubun
ini, lama. "Alhamdulillah, kamu sudah pulang" itu ucapannya kemudian.
Begitu masuk ke dalam rumah, saya mendapati ruangan yang sungguh bersih. Sudah
lama tidak pulang.
Label:
cinta ibu,
hari ibu,
ibu,
kasih sayang ibu,
seorang ibu,
tanganmu ibu
Ibunda
cinta ibu, hari ibu, ibu, kasih sayang ibu, seorang ibu, tanganmu ibu| komentar (2)
| Kalau ibunda membelai rambutmu Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau, Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu Karena setiap bunyi Kerinduan hatimu adalah Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya Kalau engkau menangis Ibundamu yang meneteskan airmata Dan Tuhan yang akan mengusapnya |
Label:
cinta ibu,
hari ibu,
ibu,
kasih sayang ibu,
seorang ibu,
tanganmu ibu
IZINKAN AKU MEMELUKMU IBU
cinta ibu, ibu, ibunda, kasih sayang ibu, seorang ibu| komentar (4)
Kalau i
sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai, mengepelnya, bahkan 'dipaksa' membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. Ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis. Saat pertama kali aku masuk sekolah di TK, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. |
Label:
cinta ibu,
ibu,
ibunda,
kasih sayang ibu,
seorang ibu





