Ibumu adalah
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan
(Emha Ainun Najib)
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan
(Emha Ainun Najib)
Siang sudah
sampai pada pertengahan. Dan Ibu begitu anggun menjumpai saya di depan pintu.
Gegas saya rengkuh punggung tangannya, menciumnya lama. Ternyata rindu padanya
tidak bertepuk sebelah tangan. Ibu juga mendaratkan kecupan sayang di ubun-ubun
ini, lama. "Alhamdulillah, kamu sudah pulang" itu ucapannya kemudian.
Begitu masuk ke dalam rumah, saya mendapati ruangan yang sungguh bersih. Sudah
lama tidak pulang.





